Ciri-ciri Rumah Ramah Lingkungan

Untuk mengurangi dampak dari kerusakan lingkungan seperti pada pemanasan global dan perubahan iklim yang ekstrim, pada saat ini pembangunan rumah yang ramah lingkungan akan terus digencarkan. Terdapat beberapa prinsip yang akan menjadi ciri yang penting dari sebuah rumah hunian agar dapat dikategorikan sebagai rumah yang ramah lingkungan. 

Istilah rumah ramah lingkungan tentu sudah tidak asing lagi. Konsep rumah ini merujuk pada pemanfaatan lahan hunian berbasis alam, serta penerapan gaya hidup berkelanjutan. Beberapa ahli juga berpendapat, sebuah rumah bisa dikatakan ramah lingkungan atau eco-friendly jika hunian tersebut mampu beradaptasi dengan kondisi serta lingkungan sekitarnya. Oleh sebab itu, mengaplikasikan konsep eco-house tidak bisa dilakukan sembarangan. Bukan cuma tampilan rumah, konsep ini juga menuntut si pemilik hunian untuk menerapkan gaya hidup serupa. Apakah kalian penasaran kira-kira apa saja ciri ciri dari rumah ramah lingkungan? Berikut diantaranya.

Berada di Lokasi yang Tepat

Pembuatan rumah ramah lingkungan wajib diawali dengan pemilihan lokasi pembangunan yang tepat. Rumah ramah lingkungan tidak cocok bila dibangun di lokasi-lokasi seperti bantaran sungai, daerah resapan air, atau di lokasi yang terlalu dekat dengan area pembuangan sampah.

Pembangunan hunian di area bantaran sungai dan daerah resapan air akan mengganggu siklus daur air yang bisa berakibat bencana alam banjir. Sementara pembangunan rumah dekat area pembuangan sampah akan mengakibatkan hunian sangat berpotensi mengalami pencemaran udara maupun pencemaran air tanah. Selain itu, pembuatan rumah ramah lingkungan juga harus memperhatikan rencana tata guna lahan yang berlaku. Rumah harus berada di kawasan yang memang diatur sebagai lahan hunian. Jangan sampai sebuah rumah dibangun di area yang oleh pemerintah setempat diatur sebagai kawasan industri, kawasan hutan lindung, atau di area terbuka hijau milik kota. Oleh karenanya rumah ramah lingkungan harus terlebih dahulu dipastikan memiliki izin agen bola tangkas pembangunan yang sah.

Memilih Lokasi yang Efisien

Pertimbangan lain dalam memilih lokasi pendirian rumah ramah lingkungan adalah jarak dari lokasi rumah ke tempat-tempat tertentu yang berpotensi dibutuhkan oleh penghuni rumah, seperti pusat perbelanjaan, sekolah, hingga kantor. Semakin dekat jarak lokasi rumah dengan tempat-tempat tersebut, maka jejak karbon yang dihasilkan oleh aktivitas penghuni rumah akan semakin kecil.

Jejak karbon adalah jumlah emisi karbon yang diproduksi oleh suatu organisasi, produk, atau individu dari berbagai aktivitas sehari-hari, mulai dari penggunaan alat listrik, pola makan, dan cara bepergian. Emisi karbon yang tinggi akan meningkatkan risiko pemanasan global lho!

Memiliki Area Terbuka dan Hijau Terawat

Ciri penting rumah ramah lingkungan yang selanjutnya adalah keberadaan ruang terbuka hijau di area rumah. Agar dapat memenuhi standar rumah ramah lingkungan, minimal 30% dari total keseluruhan luas lahan harus dijadikan ruang terbuka yang dilengkapi berbagai tumbuh-tumbuhan. Ruang terbuka hijau tidak hanya dapat dibuat di area sekitar rumah saja, atap rumah pun bisa dijadikan lokasi pembuatan ruang terbuka hijau seperti rooftop garden yang biasa terdapat pada gedung-gedung pencakar langit. Rumah ramah lingkungan yang dilengkapi dengan ruang terbuka hijau akan berperan memperbaiki kualitas udara di lingkungan sekitar. Hal tersebut disebabkan karena tanaman-tanaman akan menghisap karbondioksida dan menghasilkan oksigen.

Untuk makin menambah fungsi perbaikan kualitas udara sekaligus menjadikan rumah lebih sejuk, beberapa rumah ramah lingkungan juga menata tanaman-tanaman secara vertikal pada bagian pagar atau dinding luar rumah sehingga membentuk taman vertikal (vertical garden). Ruang terbuka hijau di sekitar bangunan rumah ramah lingkungan dapat juga berfungsi untuk area resapan air. Tanah terbuka yang banyak ditumbuhi oleh tanaman pastinya akan lebih banyak menyerap air. Untuk memaksimalkan fungsi penyerapan air, tanah pada ruang terbuka hijau di area rumah ramah lingkungan juga dapat diberi lubang biopori.

Sirkulasi Udara yang Baik

Rumah ramah lingkungan harus memiliki ciri-ciri rumah sehat, yaitu pola sirkulasi udara yang baik di dalamnya. Pertukaran udara segar dari luar rumah dengan udara dari dalam rumah harus selalu berlangsung lancar. Salah satu ciri dari rumah ramah lingkungan dengan pertukaran udara yang baik adalah dengan adanya ventilasi dan jendela yang cukup. Ventilasi memiliki banyak manfaat bagi sebuah rumah.

Rumah ramah lingkungan biasanya juga memiliki sedikit sekat di dalamnya. Hal ini dimaksudkan agar sebisa mungkin sirkulasi udara berlangsung merata di seluruh bagian rumah. Sehingga rumah ramah lingkungan dapat dipastikan tidak boleh memiliki ruangan yang pengap di dalamnya.

Hemat Energi

Ciri rumah ramah lingkungan yang tidak kalah penting adalah hemat energi. Langkah untuk menghemat konsumsi energi pada rumah ramah lingkungan adalah dengan memaksimalkan energi yang terbarukan seperti sinar matahari. Desain rumah ramah lingkungan dibuat sedemikian rupa agar sinar matahari dapat menjadi sumber pencahayaan utama yang mencukupi bagi seluruh bagian rumah.

Biasanya untuk memaksimalkan sinar matahari, pada bagian atap rumah ramah lingkungan terpasang panel surya yang berfungsi menyerap energi dari matahari untuk diubah menjadi energi listrik. Pemakaian kaca penghasil energi listrik pada bagian jendela alias solar window juga sudah diterapkan pada beberapa rumah ramah lingkungan. Selain memiliki segudang manfaat, paparan sinar matahari juga dapat berdampak menaikkan suhu ruangan menjadi panas. Rumah ramah lingkungan biasanya menyiasati hal ini dengan memasang lapisan isolator pada bagian atap. Lapisan insulator ini berfungsi meredam panas. Selain itu, hindari material atap seperti seng atau asbes yang berisiko membuat rumah menjadi semakin panas. Dengan pemilihan material atap yang tepat dan pemasangan insulator untuk meredam panas, rumah ramah lingkungan tentu saja tidak membutuhkan pendingin ruangan yang boros energi dan malah menghasilkan gas yang merusak lapisan ozon. Dalam rangka menghemat energi, rumah ramah lingkungan juga menggunakan peralatan rumah tangga yang efisien dalam penggunaan energi, misalnya saja kompor dengan konsumsi gas yang rendah, lampu LED yang lebih hemat listrik, hingga kamar mandi yang menggunakan shower yang cenderung lebih hemat air.

Pengolahan Limbah yang Baik

Rumah ramah lingkungan juga harus memiliki sistem pengelolaan limbah yang baik. Salah satu hal sederhana yang biasa diterapkan pada rumah ramah lingkungan dalam mengelola limbah adalah tersedianya tempat penampungan sampah sementara yang tertutup sehingga meminimalisir risiko pencemaran udara dari bau yang dihasilkan oleh sampah rumah tangga. Tempat penampungan sampah juga biasanya dibuat setidaknya menjadi dua bagian untuk memisahkan penempatan, yaitu sampah organik dan anorganik. Untuk sampah organik sendiri bisa kamu manfaatkan lagi sebagai cara membuat kompos organik.

Sementara itu, pada rumah ramah lingkungan biasanya limbah berupa air dari aktivitas mandi maupun mencuci terlebih dahulu disalurkan ke sumur resapan yang di dasarnya terdapat lapisan ijuk, lapisan batuan kerikil, dan lapisan pasir sebagai pemurni air alami. Air limbah yang telah dimurnikan melalui sumur resapan selanjutnya akan diserap tanah di sekitar rumah sehingga tidak terbuang begitu saja.

Pembangunan Rumah Hijau Jauh Lebih Segar

Umumnya untuk rumah hijau sendiri akan berhubungan langsung dengan Arsitektur Hijau atau disebut dengan Arsitektur Ekologis yang dikatakan sangat amat ramah lingkungan. Dimana ini menjadi salah satu pendekatan desain dan juga pembangunan yang langsung saja didasari oleh prinsip-prinsip Ekologis dan juga Konservasi lingkungan yang bisa menghasilkan adanya satu karya bangunan dengan memiliki kualitas lingkungan dan bisa menciptakan adanya kehidupan jauh lebih baik serta bisa berkelanjutan. Lau arsitektur Hijau juga sangat amat diperlukan agar nantinya bisa menjawab segala tantangan mengenai persoalan lingkungan yang semakin jauh memburuk dan hal ini langsung saja disebabkan oleh pendekatan dari pembangunan tersebut dan sudah berorientasi pada aspek ekonomi jangka pendek semata saja. 

Hal ini juga masuk ke dalam Bangunan hijau yang mana menjadi satu  pendekatan pada pembangunan sebuah bangunan yang langsung saja didasarkan atas sebuah prinsip-prinsip ekologis yang ada. Nah, pendekatan ini sendiri dipilih langsung berdasarkan pada kenyataan bahwa selama ini kurang lebihnya 50% dari sumber daya alam sudah dipakai langsung untuk bangunan dan juga 40% nya lagi energi yang ada bisa dikonsumsikan ke bangunan tersebut. Sementara itu, kurang lebihnya  50% Produksi limbah ini berasal langsung dari sektor bangunan tersebut. Kenyataan ini bisa menunjukkan adanya ketidak seimbangan lingkungan dan berakibat langsung pada menurunnya sebuah kualitas dari lingkungan dan juga kehidupan manusianya. 

Jadi, rumah sendiri memang bisa dikatakan secara umum menjadi tempat yang paling penting untuk beristirahat dan memiliki rumah yang sangat nyaman dan segar adalah sebuah impian dari kebanyakan orang-orang yang ada di dunia ini. Berikut ini ada beberapa contoh konsep yang bisa kalian gunakan dalam membangun Rumah hijau !

Coba Gunakan Tanaman Kecil dalam Pot Didalam Rumah 

Nah untuk bisa mengatasi adanya kurang lahan i dalam rumah yang kalian tempati, maka kalian bisa dengan mudah nih untuk menggunakan adanya rak-rak kayu serta adanya tangga kayu yang minimalis dalam menempatkan beberapa pot bunga atau tanaman kecil lainnya. Kalian bisa langsung saja menempatkan di beberapa bagian sudut ruangan kalian atau bisa juga letakkan di area depan rumah hingga dekat dengan jendela kamar juga bisa. 

Dengan kalian bisa menaruhnya di bagian ruang tamu, maka akan menjadi sebuah alternatif dalam membuat suasana dari ruangan ini jauh lebih segar dan menarik. Ada baiknya kalian juga menambahkan sedikit tanaman rambat di beberapa sudut ruangan yang ada. Agar kiranya, bisa untuk membuat tampilan di depan rumah menjadi jauh lebih asri atau segar. 

Hiasi Kamar Tidur atau Ruang Kerja dengan Tanaman Hias 

Jika rumah kalian memiliki space yang sedikit besar, dengan menyisakan sebuah ruangan khusus untuk bekerja. Maka, akan sangat tepat nih untuk kalian menambahkan beberapa tanaman hias kecil sebagai penghias ruangan yang kalian miliki jauh lebih segar lagi saat di pandang. Seperti biasa, tambahkan saja beberapa rak kecil atau papan panjang yang digantung dengan muat barang sebanyak 3 pot mini di dekat jendela. Pastinya, dengan kalian memberikan tempat atau ruangan bagi tanaman hias yang kalian sukai, bisa membuat pikiran kalian jauh lebih fresh dan bisa meningkatkan produktivitas kalian dalam bekerja nantinya. 

Nah, menempatkan tanaman hidup di area kamar kalian tidur juga menjadi pilihan yang sangat tepat. Pilih saja beberapa tanaman hias dengan pot yang mini dan tempatkan saja di bagian sisi jendela atau meja sebelah tempat kalian tidur. Pasti sangat baik, ketika pagi langsung menghirup udara segar tanpa tercemari oleh adanya polusi yang lainnya. Percaya deh, pagi kalian akan jauh lebih bersemangat lagi nantinya. 

Pemanfaatan dari Konsep Arsitektur Rumah Hijau 

Kita tahu pemanasan Global sedang menjadi jadinya. Sebab itu, saat ini kian banyak orang-orang mulai melakukan sebuah inovasi dengan memanfaatkan beberapa material yang jelas ramah lingkungan dan salah satunya dalam ranah arsitektur rumah hijau ini. Nah berikut ini yang bisa kalian dapatkan dalam pemakaian konsep dari Arsitektur Rumah Hijau. 

1.1 Mampu dalam menghemat adanya penggunaan energi yang berlebih.

2.2 Mampu dalam meminimalisir adanya penggunaan dari bahan Material Baru. Atau setelah selesai digunakan dan ada yang sedikit rusak saja ganti dengan yang baru.

3.3 Mampu mengikuti sebuah kondisi dengan Lahan Eksisting.

4.4 Bantuan dari Arsitektur Hijau ini bisa mengurangi adanya pemakaian air berlebih bata boros serta beberapa limbah lainnya yang tidak teratur. 

5.5 Bisa meningkatkan adanya gaya Hidup dari si pemilik rumah hijau tersebut.

Jadi dnegan begini apakah kalian sudah tertarik untuk mencoba dalam menggunakan konsep Arsitektur Rumah hijau tersebut ? jika masih kurang, maka disini kami akan berikan sedikitnya prinsip dari pembangunan rumah hijau tersebut. 

Prinsip dari Pembangunan Rumah Hijau 

Ada beberapa prinsip yang bisa kalian jalani jika memang ingin membangun rumah Hijau di kemudian hari. Jadi, Prinsipnya sendiri menyangkut atas : 

1) Prinsip pada Konservasi Energi

Adanya sebuah bangunan terlebih lagi ini adalah bangunan Rumah Hijau yang pastinya akan dibangun dengan tujuan dalam meminimalkan adanya kebutuhan dari bahan bakar dalam pengoperasian bangunan tersebut. Nah, dari adanya Efisiensi energi ini sebetulnya bisa dilakukan pada saat mulai pembangunan atau dari konstruksi bangunannya, pada pemakaian atau dari pengoperasian bangunan hingga pada saat bangunan tersebut akhirnya dirobohkan. 

2) Prinsip pada Penyesuaian Iklim yang ada

Yang selanjutnya bisa dibangun adalah rancangan yang memang harus sesuai dengan Iklim dan bersumber pada energi alam yang ada. Nah iklim Indonesia sendiri rata-rata kan panas serta lembab ya ? jadinya, bangunan hijau yang bisa kalian berlakukan harus mampu dalam mengatasi adanya udara panas dan kelembaban langsung dari curah hujan yang tinggi.

3) Prinsip dalam Meminimalisirkan Pemakaian Sumberdaya 

Bangunan hijau juga harus bisa kalian rancang dalam mengurangi adanya pemakaian sumber dayanya. Terutama sekali yang memang tidak bisa untuk diperbaharui dan pada akhirnya pemakaian dari bangunan ini bisa membentuk langsung sumberdaya baru bagi arsitektur dari bangunan lainnya. 

4) Prinsip dengan Memperhatikan adanya si Pemakai

Dengan hadirnya bangunan Hijau, otomatis harus bisa memberikan perhatian pada sebuah keterlibatan manusia dalam pembangunan serta pemakaian Bangunannya. Yakni dalam memberikan rasa nyaman, lalu keamanan dan juga kesehatan bagi para penghuninya tersebut. Rancangan ini dinilai harus bisa memperhatikan adanya budaya yang dimana bangunan tersebut bisa didirikan dan diberikan perilaku sesuai oleh pemakainya. 

5) Prinsip dalam Memperlihatkan Lahan yang Tersedia

Untuk bangunannya sendiri harus bisa membumi yang artinya, harus memiliki Interaksi dari Bangunan dengan lahan yang ada. Bangunan ini memang harus bisa dirancang dan juga dibangunan dnegan tingkat kesesuaian sebuah potensi lahan tempat bangunan yang akan kalian dirikan. 

Jangan ketinggalan, prinsip terakhir yang bisa kalian gunakan adalah HOLISTIK. Dimana ini menjadi persoalan bagi bangunan Hijau yang harus bisa memerlukan adanya Pendekatan Holistik atau secara Menyeluruh dari seluruh prinsip yang memang ada dalam dunia Pembangunan. Jadi, tema yang diusung memang mampu menjaga sedikit lingkungan alam dan merawat alam menjadi jauh lebih baik lagi kedepannya.